Tuesday, June 25, 2013

HUMOR ALA RASULULLAH SAW



Sulit dipungkiri bahwa tersenyum dan tertawa merupakan salah satu kebutuhan dalam hidup manusia. Humor adalah salah satu hal yang dapat mengundang senyum dan tawa seseorang. Di sela-sela kesibukan di dalam bekerja untuk mencari nafkah, humor menjadi warna penting untuk menghidupkan kembali suasana hati. Seorang yang humoris pun lebih dinanti dibandingkan seorang yang dingin. Humor juga dapat memberikan banyak manfaat, yang antara lain:
  1. dapat mengurangi rasa sakit,

  2. dapat membuat hati menjadi rileks,

  3. dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh,

  4. dapat mengurangi stres, dan

  5. dapat mengurangi rasa takut yang tidak perlu.
Di dalam ajaran Islam yang begitu komprehensif pun ada batasan-batasan seseorang untuk bercanda yang apabila dipatuhi akan melahirkan humor-humor yang positif, manusiawi, tidak ada unsur menyakiti hati, dan tidak ada unsur dusta atau kebohongan. Batasan-batasan humor di dalam Islam antara lain:
  1. Tetap berada pada tujuan bahwa humor sekedar untuk menghidupkan suasana dan tidak berlebihan, misalnya sampai harus menjatuhkan kehormatan orang lain

  2. Tidak boleh menjadikan tauhid, yang merupakan inti ajaran Islam, sebagai bahan lelucon

  3. Tidak ada perkataan yang mengandung dusta (kebohongan) di saat bercanda sebagaimana Rasullullah SAW bersabda, “Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seseorang yang memperbaiki akhlaknya.” (HR. Abu Dawud).
    Rasullullah SAW pun telah memberi ancaman terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa dengan sabda beliau, “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)
    Para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai, Rasullullah! Apakah engkau juga bersendau gurau bersama kami?” Maka Rasulullah SAW dengan sabdanya, “Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. Imam Ahmad dengan derajat shahih)

  4. Tidak menakut-nakuti seorang muslim dalam bercanda. Rasullullah SAW bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya, baik bercanda maupun bersungguh-sungguh.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
    Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud)

  5. Tidak boleh  melecehkan sekelompok orang tertentu, misalnya bercanda dengan melecehkan penduduk daerah tertentu, atau profesi tertentu, bahasa tertentu dan lain sebagainya, yang perbuatan ini sangat dilarang.

  6. Menghindari bercanda yang berisi tuduhan dan fitnah terhadap orang lain. Sebagian orang bercanda dengan temannya lalu mencela, memfitnahnya, atau menyifatinya dengan perbuatan yang keji untuk membuat orang lain tertawa.

  7. Menghindari bercanda dengan aksi atau kata-kata yang buruk.  Allah telah berfirman, yang artinya, “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. al-Isra’:53)

  8. Tidak banyak tertawa sebagaimana Rasulullah SAW telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, “Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah)

4 amalan yang setara haji dan umrah



Allah Maha Pemurah, diantara refleksi sifat Maha Pemurah Allah, Allah mensyariatkan  amal-amal yang ringan dikerjakan namun pahalanya (balasan kebaikannya) berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan amal-amal ini, kita sebagai umat manusia yang ditakdirkan Allah memiliki usia yang pendek, rata-rata antara 60-70 tahun bisa mengoptimalkan usia kita untuk mendapatkan balasan kebaikan dari Allah yang berlipat ganda. Diantara amal-amal ringan tapi berpahala besar adalah amal-amal yang pahalanya setara dengan pahala ibadah haji dan umrah. Amalan-amalan tersebut diantaranya:

1. KELUAR DARI RUMAH MENUJU SHALAT FARDHU DI MASJID DALAM KONDISI SUDAH BERSUCI.
Dari ABu Umamah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk menunaikan shalat fardhu, pahalanya seperti pahala haji orang berihram." (Shahih: Shahih Abu Dawud, no 558)


2. SHALAT BERJAMA'AH DI MASJID KEMUDIAN DUDUK BERDZIKIR SAMPAI TERBIT MATAHARI LALU SHALAT 2 RAKA'AT

مَنْ صَلَّىالْغَدَا ةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِحَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ   
Dari Anas bin Malik, Rasulullah s.a.w bersabda, " Barangsiapa Shalat Subuh berjamaah lalu duduk berdzikir (mengingat) Allah sampai terbit matahari kemudian shalat 2 raka'at, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna." (Hasan: Shahih At-Tirmidzi, no. 480, 586; Shahih At-Targhib wa AT-Tarhib, no. 464; Ash-Shahihah, no. 3403)
(Dishahihkan oleh Al-Albani). Dalam hadits lain, dari Abu Umamah dan 'Utbah bin 'Abd, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa shalat Subuh dalam sebuah masjid secara berjama'ah lalu tinggal di dalamnya hingga ia Shalat Dhuha, maka ia mendapatkan pahala seperti pahalanya orang haji dan umrah yang sempurna haji dan umrahnya." (Hasan li ghairihi: Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 469).
Dalam hadits-hadits diatas, Rasulullah menyebutkan dzikir secara umum. Masuk dalam dzikir adalah ta'lim/kajian Islam. Selain lebih banyak faedahnya karena mempelajari ilmu syar'i, juga karena lebih meringankan jiwa yang terkadang malas berdzikir sendiri dalam waktu yang cukup lama.
3. MEMPELAJARI ATAU MENGAJARKAN KEBAIKAN DI MASJID
Dari Abu Umamah, Nabi saw bersabda," Barangsiapa pergi ke masjid, dia tidak menginginkan kecuali mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya pahala seperti pahala orang haji sempurna hajinya.". Dalam riwayat lain dengan redaksi, "Barangsiapa berangkat di pagi hari menuju masjid, ia tidak menginginkan kecuali untuk mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya pahala orang yang melaksanakan umrah dengan umrah yang sempurna. Dan barangsiapa berangkat sore hari menuju masjid, ia tidak menginginkan kecuali mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya, maka ia mendapatkan pahala orang yang naik haji dengan haji yang sempurna."(Hasan Shahih: Shahih At-Targhib wa AT-Tarhib no 82).
Perlu diketahui, pahala ini bisa didapat dengan syarat, pelaku sebelum masuk ke dalam masjid, di perjalanan menuju masjid, atau masih dirumah, haruslah berniat untuk mempelajari atau mengajarkan kebaikan. Nabi dalam hadits diatas tidak menetapkan durasi waktu tertentu.

4. MELAKSANAKAN SHALAT FARDHU BERJAMA'AH DAN SHALAT DHUHA DI MASJID
Dari Abu Umamah, Rasulullah s.a.w bersabda," Barangsiapa berjalan menuju berjama'ah sholat wajib, maka dia seperti berhaji. Dan barang siapa berjalan menuju shalat tathawwu'(sunnah) maka dia seperti berumrah yang nafilah (istilah lain sunnah)." (Hasan: Shahih Al-Jami' no. 6556), dalam hadits yang lainnya, Rasulullah bersabda," Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan sudah bersuci untuk shalat fardhu maka pahalanya seperti pahala orang haji yang berihram, Dan barangsiapa keluar shalat Dhuha dia tidak bermaksud kecuali itu, maka pahalanya seperti pahala orang yang berumrah. Dan shalat sesudah shalat yang tidak ada perbuatan sia-sia di antara keduanya diyulis di kitab 'Illiyyin."( Shahih: Shahih Sunan Abu Dawud, no. 522;Shahih Al-Jami' no. 6228)
Itulah beberapa amalan yang pahalanya setara dengan pahala orang yang sedang berhaji dan berumrah. Perlu diingat, amal-amal ini tidak bisa menggugurkan kewajiban berhaji dan berumrah. Orang-orang yang telah mengerjakan amal-amal ini tetap wajib melaksanakan ibadah haji dan umrah. Al-Munawi dalam Al-Faidh Al-Qadiir jilid 6 hal. 228, "makna mendapat pahala haji atau mendapat pahala seperti pahala haji, tetapi tidak harus sama persis." Maka, amal-amal yang berpahala seperti/setara pahala haji dan umrah itu tidak menghapus kewajiban haji dan umrah.

Seandainya amal-amal itu bisa mengganti kewajiban haji dan umrah atas setiap muslim, maka tidak akan ada orang yang melaksanakan haji dan umrah sejak zaman Nabi Muhammad. Nabi Muhammad yang mensosialisasikan amal-amal tersebut saja tetap melakukan haji dan umrah, demikian juga para pengikut beliau yang setia. Maka sebuah bid'ah dan kesesatan jika seseorang yang tidak berhaji dan berumrah dengan alasan telah beramal dengan amal-amal berpahala seperti pahala dan haji.
Referensi: Ath-Thaybah edisi Dzul Qa’dah 1431

Sunday, June 23, 2013

Presiden Harus Segera Lobi Raja Arab Saudi


JAKARTA – Kegelisahan para calon jamaah haji akibat pemotongan kuota haji Indonesia yang mencapai 42 ribu orang mendapat respons dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Wakil Ketua DPD La Ode Ida mendesak pemerintah agar segera mengatasi persoalan pengurangan kuota secara konkret, segera, dan serius. Sebab, kata dia, bagaimanapun masalah itu tidak bisa dianggap sepele. ‘’Terkait soal pemotongan jatah kuota jamaah haji kita yang mencapai 42 ribu orang itu, maka kami mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung melobi  Raja Arab Suadi. Pengalaman Malaysia bisa melakukan lobi karena kepala negaranya melakukan pendekatan langsung kepada Raja Arab Saudi. Nah, kalau mereka bisa mengapa kita tak bisa melakukannya,’’ kata La Ode Ida, di Gedung DPD Jakarta, Kamis (13/6). Menurut La Ode, seharusnya pemerintah Indonesia malah bisa meminta kenaikaan kuota. Sebab, jumlah antrean calon jamaah haji Indonesia sudah sangat panjang.  Rata-rata di setiap daerahnya sudah mencapai 12 tahun. Sedangkan jumlah yang antre sudah mencapai 2,2 juta orang. ’’Jadi jangan malah dikurangi. Nah, untuk soal ini jalan keluarnya, ya, melalui lobi pribadi kepala negara. Saya pikir kalau sudah dicoba maka akan ada perubahan atau bahkan diluluskan supaya tak terjadi pemotongan kuota.’’ La Ode menegaskan, kepala negara memang harus bisa menjamin kelancaran dari kegiatan ibadah dari warga negaranya. Ibadah haji adalah hak yang harus dilindungi karena sudah tertuang jaminannya dalam konstitusi. Untuk itu pemerintah, khususnya kementerian agama, kata dia,  harus dapat menjamin kelancaran kegiatan pelaksanaan ibadah haji. Dari tahun ke tahun kualitasnya harus membaik. Sebelumnya, Menteri Agama Surya Dharma Ali, menyatakan pemerintah Arab Saudi telah memangkas kouta haji pada 2013 hingga 20 persen untuk seluruh negara di dunia. Untuk itu pemerintah Indonesia akan terus berusaha melakukan negosiasi kepada pemerintah Saudi serta memberikan jaminan calon jamaah yang tidak berangkat pada tahun ini akan mendapat prioritas utama pada tahun depan. ”Pengurangan kuota haji tahun 2013 di seluruh dunia sebesar 20 persen dari kuota dasar sesuai kesepakatan negara OKI bagi seluruh negara pengirim jamaah haji tanpa kecuali,” kata Menteri Agama. Menteri menjelaskan, pengurangan ini disebabkan keterlambatan penyelesaian rehabilitasi Masjidil Haram serta bertujuan untuk menjamin keselamatan jamaah haji. Akibat dari keterlambatan ini, kata dia, kapasitas daya tampung tempat tawaf menjadi berkurang. ”Tempat tawaf yang semula dapat menampung 48.000 jamaah dalam satu jam, sekarang hanya dapat menampung 22.000 jamaah dalam satu jam,” jelasnya. Berdasarkan data yang ada untuk kuota haji Indonesia pada tahun ini awalnya sebanyak 211 ribu jamaah. Jumlah itu terdiri dari 194.000 haji reguler dan 17 ribu haji khusus. Jika dikurangi 20 persen maka kuota jamaah haji Indonesia pada tahun 2013 hanya menyisakan 168.800 jamaah.

Sumber : (jurnalhaji.com / Rep: H Muhammad Subarkah)

Wednesday, June 19, 2013

Neno Warisman, Kenikmatan Umrah Ramadhan

JAKARTA — Umrah di bulan Ramadhan memang istimewa. Selalu saja memberikan kenangan indah bagi siapa saja yang menjalaninya, termasuk Neno Warisman pimpinan Neno Tour. Ketika ia melakukan perjalanan umrah pada 10 malam terkahir Ramadhan, mantan artis ini menemui hal menarik. Pada saat itu, sebanyak 4 juta manusia dari berbagai negara memenuhi Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah baik di Masjidil Haram, Makkah maupun di Masjid Nabawi, Madinah. “Ini sebuah realitas tidak terbantahkan, Islam punya kekuatan besar. Jumlah ini luar biasa, umat Islam datang dari segala penjuru negeri untuk melakukan tugas mulia untuk beribadah kepada Allah SWT bersama-sama,” ungkapnya. Padahal, kala umrah 10 malam terakhir Ramadhan tarif hotel melonjak naik, bahkan hingga lima kali lipat. Namun, seluruh hotel mulai dari bintang satu hingga bintang lima penuh dengan umat Muslim seluruh dunia, bahkan losmen dan wisma pun kebanjiran tamu. Katanya, ada umat Muslim yang rela tidur di emperan toko bahkan emperan masjid. “Ini menakjubkan, tidak ada tempat wisata lain yang bisa mengalahkan. Tidak ada sekte atau agama lain yang mampu menyedot manusia sebanyak itu,” ujarnya. Tujuan umat Muslim memadati tanah suci jelas untuk mendapatkan malam lailatul qadar. Neno menambahkan, dari sisi estetika, pembagian makanan saat umrah Ramadhan luar biasa. Pembagian makanan tidak berhenti, makanan beredar terus. Bahkan pemerintah Arab Saudi pun membagikan takjil kepada para jamaah umrah.

Sumber (jurnalhaji.com/Rep: Dessy Susilawati)

LOKASI UTAMA IBADAH HAJI & UMROH



I. Makkah Al Mukaromah
Di kota Makkah Al-Mukaromah inilah terdapat Masjidil Haram yang didalamnya terdapat Ka’bah yang merupakan kiblat ibadah umat Islam sedunia. Dalam rangkaian perjalanan ibadah haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah haji.

II. Padang Arafah
Padang Arafah terdapat di sebelah timur Kota Makkah. Padang Arafah dikenal sebagai tempat pusatnya haji, sebagai tempat pelaksanaan ibadah wukuf yang merupakan rukun haji. Di Padang Arafah juga terdapat Jabal Rahmah tempat pertama kali pertemuan Nabi Adam dan Hawa. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.

III. Kota Muzdalifah
Kota ini tidak jauh dari kota Mina dan Arafah Mota Muzdalifah merupakan tempat jamaah calon haji melakukan Mabit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar Jumroh di Kota Mina.

IV. Kota Mina

Kota Mina merupakan tempat berdirinya tugu (jumrah), yaitu tempat pelaksanaan melontarkan batu ke tugu (jumrah) sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Disana terdapat tiga jumrah yaitu jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha.

RANGKAIAN KEGIATAN HAJI & UMROH



I. Rangkaian kegiatan ibadah Haji
  1. Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, calon jamaah haji mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
  2. Calon jamaah haji memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), sesuai miqatnya, kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka..
  3. Tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua calon jamaah haji menuju ke padang Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang Arafah hingga Maghrib datang.
  4. Tanggal 9 Dzulhijjah malam, jamaah menuju ke Muzdalifah untuk mabbit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar jumroh secukupnya.
  5. Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam (setelah mabbit) jamaah meneruskan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan ibadah melontar Jumroh
  6. Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan ibadah melempar Jumroh sebanyak tujuh kali ke Jumroh Aqobah sebagai simbolisasi mengusir setan. Dilanjutkan dengan tahalul yaitu mencukur rambut atau sebagian rambut.
  7. Jika jamaah mengambil nafar awal maka dapat dilanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram untuk Tawaf Haji (menyelesaikan Haji)
  8. Sedangkan jika mengambil nafar akhir jamaah tetap tinggal di Mina dan dilanjutkan dengan melontar jumroh sambungan (Ula dan Wustha).
  9. Tanggal 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  10. Tanggal 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  11. Jamaah haji kembali ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Wada’ (Thawaf perpisahan) sebelum pulang ke negara masing-masing
II. Rangkaian Kegiatan Ibadah Umrah

  1. Diawali dengan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
  2. mengenakan pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
  3. Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika ‘umrotan atau Labbaikallahumma bi’umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.
  4. Sesampai Masjidil Haram menuju ka’bah, lakukan thawaf sebanyak 7 kali putaran.3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri. Setiap putaran menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.
  5. Shalat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surat Al-Kafirun pada raka’at pertama dan Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
  6. Selanjutnya Sa’i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa shodaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya. Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
  7. Mencukur rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
  8. Ibadah Umroh selesai

JENIS-JENIS HAJI


I. Haji Ifrad, artinya menyendiri

Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad jika sesorang melaksanakan ibadah haji dan umroh dilaksanakan secara sendiri-sendiri, dengan mendahulukan ibadah haji. Artinya, ketika calon jamaah haji mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah haji. Jika ibadah hajinya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah umroh.

II. Haji Tamattu’, artinya bersenang-senang

Pelaksanaan ibadah haji disebut Tamattu’ jika seseorang melaksanakan ibadah umroh dan Haji di bulan haji yang sama dengan mendahulukan ibadah Umroh. Artinya, ketika seseorang mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah Umroh. Jika ibadah Umrohnya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah Haji.
Tamattu’ dapat juga berarti melaksanakan ibadah Umroh dan Haji didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.

III. Haji Qiran, artinya menggabungkan


Pelaksanaan ibadah Haji disebut Qiran jika seseorang melaksanakan ibadah Haji dan Umroh disatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji Qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama.

PENGERTIAN HAJI & UMROH



I. Pengertian Haji

Haji adalah salah satu rukun Islam yang lima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah. Secara estimologi (bahasa), Haji berarti niat (Al Qasdu), sedangkan menurut syara’ berarti Niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus.Temat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh). Sedangkan yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah bulan-bulan haji yaitu dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ibadah tertentu ialah thawaf, sa’i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumroh, dan mabit di Mina. 

II. Pengertian Umroh 

Umroh adalah berkunjung ke Ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Umroh disunahkan bagi muslim yang mampu. Umroh dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari Arafah yaitu tgl 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik yaitu tgl 11,12,13 Zulhijah. Melaksanakan Umroh pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan melakukan Ibadah Haji (Hadits Muslim).

Tuesday, June 18, 2013

Ratusan Calon Jamaah Haji Cianjur Batal Berangkat



REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Ratusan calon jemaah haji asal Cianjur, Jawa Barat, dipastikan batal berangkat akibat pembatasan kuota haji oleh Pemerintah kerajaan Arab Saudi.

Tercatat 287 calon haji asal Cianjur dipastikan tidak bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekah pada tahun ini, kata Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Cianjur, Hipmi, Selasa (18/6).

Dia mengatakan, jumlah tersebut merupakan total dari 20 persen kuota jamaah haji Cianjur. Kuota jamaah haji di Cianjur tahun ini, kata dia, sebanyak 1433. Sedangkan yang akan berangkat hanya 1146.

"Pengurangan kuota ini diberlakukan untuk calon haji yang memiliki nomor urut paling belakang, calon haji yang belum lunas membayar biaya haji dan calon haji yang tidak direkomendasikan dokter untuk berangkat," katanya.

Dia menjelaskan, bagi calon jamaah yang belum lunas membayar otomatis langsung masuk pengurangan kuota. Untuk yang sudah membayar dimulai dari nomor urut belakang sampai 287 orang.

Sedangkan calon haji yang masuk dalam kriteria itu tidak perlu khawatir, ujar dia, karena calon haji tersebut akan diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji pada tahun selanjutnya.

"Kami akan menjamin keberangkatannya. Calon haji yang terkena pengurangan kuota tersebut, akan diprioritaskan berangkat haji pada tahun depan.''

Selain itu, kata dia menjelaskan, bagi calon haji yang sudah lunas membayar, namun terkena pengurangan kuota, tidak akan diminta biaya tambahan jika terjadi kenaikan tarif haji pada tahun depan.

Pengurangan kuota sebesar 20 persen itu, tambah dia, berdasaran keputusan dari pusat yang disesuaikan dengan permintaan pemerintah Arab Saudi melalui surat tanggal 6 Juni 2013.

"Adapun isi surat itu, yakni pembatasan kuota jamaah haji guna menjaga keselamatan jamaah haji dari seluruh dunia saat menjalankan ibadah haji. Lokasi tawaf yang biasanya bisa menampung 48 ribu jamaah calon haji per jam kini hanya mampu menampung 22 ribu jamaah," tandasnya.

Redaktur : Damanhuri Zuhri

Monday, June 17, 2013

Tips agar jamaah tidak tersesat di Masjidil Haram




1. Ketika pertama kali masuk Masjidil Haram, ingatlah nomor pintu masuk, bila perlu catat di buku. Jadikan pintu tersebut sebagaai tempat janjian ketemu dengan teman/ istri/ suami jika tersesat.

2. Bawalah selalu Sandal Anda setiap kali masuk Masjidil Haram (Masukkan Sandal dalam Tas Plastik yang bersih dan tidak najis). Letakkan Sandal dekat dengan Anda Shalat atau bisa diletakkan di samping Anda. Hal ini perlu dilakukan agar Anda tidak perlu jalan kaki terlalu jauh (capek!) hanya untuk mengambil sandal yang diletakkan di luar Masjidil Haram, sebab Masjidil Haram sangat luas. Hal ini juga menjaga agar sandal tidak hilang karena lupa meletakkannya atau dibersihkan petugas cleaning service Masjidil Haram.

3. Anda Harus punya tempat janjian ketemu di dalam Masjidil Haram jika Anda terpisah dengan rombongan saat Thawaf  atau tersesat di dalam masjid. Tempat Janjian Ketemu yang paling mudah dikenali di dalam Masjid adalah Lampu Hijau mulai thawaf. Jadi punya dua tempat janjian ketemu bisa di dalam masjid (di Lampu Hijau mulai Thawaf) atau di luar Masjid (Nomor Pintu masuk).

4. Jika ke Masjidil Haram sebaiknya Anda pergi beregu atau berombongan. Jangan pergi sendirian terutama bagi jamaah haji usia lanjut atau ibu-ibu. Hal ini bisa memperkecil kejadian tersesat. Jika tersesat saling mengingatkan di antara jamaah yang lain.

5. Jika Anda tersesat, segera kembali ke Masjidil Haram, cari tempat janjian ketemu, bertanya ke jamaah haji Indonesia lainnya untuk menemukan pintu masuk janjian ketemu atau lampu hijau thawaf, bersikaplan tenang, jangan panik dan jangan berusaha mencari jalan pulang sendiri. Jika punya handphone hubungi teman atau Ketua Rombongan (sebaiknya Anda saling mencacat nomor Handphone teman/ Ketua Rombongan). Insya Allah mereka akan mencari Anda di tempat janjian ketemu.

6. Saat berada di Masjid Nabawi. Tempat janjian ketemu adalah Nomor Pintu Pagar Masuk ke Masjid Nabawi. Jangan pakai nomor pintu masjid, karena pintu masuk jamaah haji perempuan dipisah dengan laki-laki.

7. Untuk Jamaah haji yang berangkat suami istri. Sebaikya suami istri punya tempat janjian ketemu jika satu sama lain terpisah atau tersesat. Tempat ketemu bisa dipakai seperti tips di atas atau lokasi khusus yang sudah dipahami betul.

8. Khusus Di Mina. Sebaiknya jamaah haji tidak jalan-jalan terlalu jauh di perkemahan Mina, sebab banyak kasus orang tersesat di Mina, area perkemahannya sangat luas dan jalan-jalannya sangat rumit dihapal. Jika Melontar Jamrah usahakan selalu berombongan. Jangan sendirian! Bisa tersesat karena Anda baru pertama kali menunaikan ibadah haji. Mintalah Mutawif untuk mengantar Anda melontar Jamrah ke pengurus Maktab (selalu disediakan Mutawif). Jika Anda tersesat atau terlepas dari Rombongan saat melontar jamrah, segera hubungi/ telpon Ketua Rombongan Anda atau teman Anda. Anda juga bisa download Peta Kemah Mina yang banyak beredar sebagai bekal Anda di Mina jika tersesat.

Sunday, June 16, 2013

Atasi Pengurangi Kuota Haji, Gubernur Berharap Presiden Lobi Raja Arab Saudi



REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa turun langsung untuk melakukan lobi dengan Raja Arab Saudi terkait pengurangan kuota haji sebesar 20 persen oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

"Saya berharap, orang pentinglah yang melakukan lobi. Jangan kedutaan atau menteri, tapi Pak Presiden dengan Rajanya langsung. Itu bagus sekali kalau bisa," kata Ahmad Heryawan, di Bandung, Sabtu (16/6).

Ditemui usai menghadiri Gerakan Aksi Lingkungan Hidup pada Lima DAS, yang dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup di Babakan Siliwangi Bandung, Heryawan menyakini jika lobi tersebut akan berhasil dilakukan oleh Presiden SBY.

"Presiden berkomunikasi dengan Raja Arab Saudi, mudah-mudahan bisa berhasil. Ini khusus Jawa Barat, supaya langsung dengan Raja," ujar dia.

Pihaknya mengimbau agar seluruh calon jamaah haji asal Provinsi Jabar untuk tetap tenang dengan adanya pengurangan kuota haji oleh pemerintah Arab Saudi.

"Intinya tetap tenanglah, saya juga baru baca dari media dan saya belum mendapatkan informasi dari Kementerian Agama," katanya.

Menurut dia, Provinsi Jawa Barat adalah wilayah di Indonesia yang paling besar terkena dampak kebijakan pengurangan kuota haji tersebut karena kuotanya paling besar dibandingkan daerah lainnya.

Dikatakannya, dampak psikologis dari pengurangan kuota haji itu akan bisa diminimalisasi jika kebijakan itu dilakukan tidak mendadak atau sebelum penetapan kuota calon jamaah haji oleh pemerintah pusat dan daerah.

"Artinya begini, yang jadi masalah adalah kalau ada sejak awal kan kita mengumpulkan kuota sudah dikurangi. Tapi ini tiba-tiba ada pemotongan maka efek psikologisnya jadi besar," katanya.

Menurut Heryawan, jika dari hitungan matematikanya pengurangan haji tidak ada masalah karena tinggal mengurangi nomor urut calon jamaah haji yang paling bawah.

"Pengurangan tinggal presentasenya saja. Kurangnya berapa, kan sekian persen dikurangi maka nomor yang paling bawah dikurangi karena nomor urut yang berlaku," katanya.



Sunday, June 9, 2013

Yusuf Mansur: Berangkat Haji Berkat Sedekah



“Subhanallah walhamdulillah, karena saya sering menyuruh orang untuk bersedekah, saya diuji bertubi-tubi.”
Pendiri Daarul Qur’an Internasional School, Ustadz Yusuf Mansur, mengaku pernah lupa bahwa manusia tak boleh memastikan sesuatu yang belum terjadi. Yusuf berkisah, pada 1990 lalu, ia yakin dan telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menunaikan ibadah haji.
Namun, menjelang hari pemberangkatan ia memliliki masalah sehingga batal ke Tanah Haram. Begitu pula pada tahun 2003. Saat itu, Yusuf kembali memiliki segala persiapan untuk berangkat ke Arab Saudi. Namun karena terganjal masalah keluarga, lagi-lagi ia batal untuk menunaikan ibadah haji.
”Astaghfirullah. Saya pernah lupa sudah merasa yakin dan memastikan hal yang belum terjadi. La haula wala quwwata illa billah,” ujarnya.
Tahun 2005, media massa kerap menggunakan gelar haji yang melekat pada dirinya. ”Padahal waktu itu saya belum berhaji. Alhamdulillah, itu saya anggap sebuah doa,” ujarnya. Ia pun sengaja tidak mengklarifikasi masalah itu karena gelar haji memotivasinya untuk terus memohon agar Allah mengijzinkannya berhaji.
Setahun kemudian, sebuah travel terkemuka menawarkan dirinya untuk menunaikan ibadah haji secara gratis. Ia pun diamanahkan untuk menjadi pimpinan rombongan. Ia sempat menolak lantaran belum pernah menunaikan haji. Namun pihak travel terus mendesak ustadz yang pernah keranjingan balap motor ini.
Akhirnya, ia pun setuju dan iklan pun dipajang untuk mengajak masyarakat berangkat haji bersamanya. Pendaftaran para calon jamaah haji pun mengalir. Antusias masyarakat yang ingin pergi bersamanya begitu tinggi.
Tapi Allah masih berkehendak lain. Menjelang pemberangkatan, pihak travel membatalkan dengan alasan jika belum berhaji tidak diizinkan memimpin rombongan. Akhirnya, pihak travel menawarkan dirinya menjadi jamaah lebih dulu, dan tahun berikutnya menjadi pemimpin rombongan.
Tapi tawaran tersebut tak lagi gratis namun mendapat diskon hampir setengah harga. Pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini mengaku sempat menangis. Bukan karena biaya gratis yang dibatalkan. Ia khawatir merasa membohongi masyarakat dan membuat kecewa banyak calon jamaah.
Namun, ia lebih sedih lantaran Allah tak jua memanggilnya untuk ke Tanah Suci. Ayah empat putra tersebut hampir saja khilaf dan memarahi pimpinan travel. Tapi ia terus bersabar dan bertawakal. Penggarap juga pemain film Kun Fa Yakun ini sempat pesimis dirinya takkan pernah berhaji. Yusuf sempat trauma membicarakan masalah haji, tapi kemudian bangkit lagi. Ia kemudian menyerahkan keinginan mulianya kepada Sang Khalik.
Di tengah kondisi yang kurang mengenakkan, tiba-tiba seorang sahabatnya dari luar kota datang dan hendak meminjam uang sebesar Rp 40 juta. Uang tersebut akan digunakan sahabatnya memberangkatkan saudaranya ke Tanah Suci. Karibnya itu memberi jaminan sebuah mobil tua yang kalau dijual harga tertingginya sekitar Rp 30 juta.
”Subhanallah walhamdulillah, karena saya sering menyuruh orang untuk bersedekah, saya diuji bertubi-tubi,” ujarnya. Dengan kesabaran dan keikhlasan, ia pun memberikan uang tersebut kepada kawannya. Sedangkan mobil tua itu ia biarkan saja.
Yusuf sempat bertanya pada Allah tentang hikmah apa yang ada di balik semua ujian kegagalannya berhaji. Setelah pendaftaran haji 2006 ditutup, ia pun pasrah. Tapi di luar dugaan, ia bertemu dengan seorang Habib keturunan Arab yang mengajaknya makan siang.
Di akhir pertemuannya, sang Habib menanyakan kapan berangkat haji. ”Saya cuma katakan, tidak jadi berangkat. Tidak punya uang,” ujar Yusuf.
Allah kemudian menunjukkan Kuasa-Nya. Di saat pendaftaran haji sudah tutup, ia bersama istrinya justru berangkat ke Tanah Haram. Yusuf pun semakin sadar apa yang ada dalam persepsi manusia tidak sepenuhnya benar. Ia pun semakin merasakan kehebatan sedekah yang luar biasa. ”Allah memiliki skenario terbaik,” tuturnya.

Oleh-Oleh Isra Mi’raj


Sekembalinya seseorang dari menempuh perjalanan jauh selalu membawa oleh-oleh untuk keluarga, sanak famili, dan tetangganya. Pun dengan perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Beliau membawa oleh-oleh untuk umatnya. Setiap oleh-oleh yang dibawa Nabi pasti memiliki manfaat bagi manusia. Oleh-oleh yang dimaksud adalah perintah shalat lima waktu.

Sungguh merugi orang yang shalat, namun ia tidak dapat merasakan manfaatnya. “Maka, kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS al-Maa’un [107]: 4-5).

Di antara manfaat shalat itu, pertama, sebagai pembuka pintu surga. Nabi bersabda, “Kunci surga adalah shalat dan kunci shalat adalah wudhu.” (HR Tirmidzi).

Kedua, sebagai penerang hati. Shalat mendidik jiwa, menajamkan nurani, dan menerangi hati melalui lentera kebesaran dan keagungan. Nabi bersabda, “Shalat itu adalah cahaya penerang bagi seorang Mukmin.” (HR Ibnu Majah).
Ketiga, meraih ketenangan dan kebahagiaan. Seseorang yang mendirikan shalat berarti sedang menghadap Allah secara langsung tanpa perantara.

Dengan keadaan seperti itu, perasaan dekat kepada-Nya menyelimuti jiwa, kebersamaan dengan-Nya memenuhi dada yang diiringi rasa tenteram, percaya diri, dan penuh keyakinan.

Kondisi itu pula yang mengantarkan seseorang untuk sujud dan rukuk dengan penuh khusyuk, seraya memohon pertolongan-Nya.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS al-Mukminun [23]: 1-2).

Keempat, menghapus dosa. Setiap manusia tidak luput dari salah dan dosa. Salah satu sarana untuk menghapus dosa adalah dengan menjaga shalat lima waktu. Nabi bersabda, ”Begitulah seperti halnya shalat lima waktu yang menghapuskan dosa-dosa.” (HR Muslim).

Kelima, mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dengan kata lain, menjalankan shalat dengan benar dapat mencegah berbagai bentuk kemungkaran.

Hal ini menunjukkan, shalat dapat mempercantik perilaku dan memperindah diri dengan akhlak mulia. “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS al-Ankabut [29]: 45).

Dalam hadis Nabi disebutkan, ”Barang siapa yang mendirikan shalat tetapi dirinya tidak terhindar dari perbuatan keji dan munkar maka hakikatnya dia tidak melaksanakan shalat.” (HR Thabrani).

Keenam, menjadi pembeda antara Mukmin dengan kafir. Nabi bersabda, “Sesungguhnya batas antara seseorang dan kemusyikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Dalam hadis lain, “Kesepakatan yang mengikat kita dengan mereka adalah shalat. Barang siapa yang meninggalkan shalat berarti telah kafir.” (HR Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Karena itu, kewajiban shalat tidak akan pernah lepas dari seorang Muslim. Ia tidak dapat gugur hanya karena sakit atau bepergian. Di mana pun seorang Muslim berada, ia tetap berkewajiban mendirikan shalat. 

Dan, bumi ini dijadikan untukku baik dan suci sebagai tempat bersujud. Jika waktu shalat datang pada setiap umatku, hendaknya ia mendirikannya di manapun ia berada.” (HR Bukhari dan Muslim). Wallahu a’lam.
Sumber : REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Imam Nur Suharno

Wednesday, June 5, 2013

Kuburan Massal Warga Palestina Korban Perang Ditemukan di Israel



PRO UMROH NEWS - Kuburan massal warga Palestina ditemukan di wilayah Tel Aviv, Israel. Sebagian besar jasad di kuburan massal ini merupakan korban perang Arab-Israel tahun 1948.

Seorang pejabat pemakaman muslim setempat, seperti dilansir AFP, Sabtu (1/6/2013), menuturkan temuan tersebut terjadi ketika pekerja bangunan sedang melakukan renovasi pada Rabu (29/5) lalu, di wilayah Tel Aviv-Jaffa. Ditemukan di bawah tanah ada enam bilik yang dipenuhi kerangka manusia.

Secara terpisah, seorang warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan, Atar Zeinab (80) mengakui dirinya pernah membantu mengumpulkan mayat korban perang pada tahun 1948 silam. Saat itu, Zeinab masih berusia remaja.

"Saya membawa 60 mayat ke kuburan dalam waktu kurang lebih 3 atau 4 bulan," jelas Zeinab. "Kami menemukan banyak korban di jalanan dan sebagian kami tidak mengenal mereka," imbuhnya.

Menurut Zeinab, mayat-mayat tersebut hanya dikumpulkan begitu saja tanpa dikuburkan dengan layak. Mayat-mayat tersebut ditumpuk satu sama lain di suatu tempat yang menjadi kuburan massal.

"Kami membawa mayat tersebut pada pagi buta atau saat malam hari. Kami meletakkan mayat wanita, anak-anak dan pria di tempat yang sama... tidak ada yang menyalatkan orang-orang ini," jelasnya.

Saat perang terjadi, Jaffa merupakan bagian wilayah Palestina. Sempat terjadi eksodus warga Arab besar-besaran ke wilayah tersebut sebelum akhirnya pasukan Israel menggempur wilayah tersebut pada perang tahun 1948.

Saat itu, sekitar 760 ribu warga Palestina terpaksa mengungsi dari rumahnya akibat perang. Peristiwa inilah yang disebut 'Nakba' atau berarti malapetaka. Namun oleh Israel, peristiwa tersebut disebut 'Perang Kemerdekaan'.

(Sumber : detik.com)

Masjidil Haram Direnovasi, Peserta Umroh 2013 Dibatasi



PRO UMROH NEWS, - Pemerintah akan memberlakukan pembatasan kuota umroh. Pembatasan tersebut terkait dengan kebijakan pemerintah Arab Saudi pengurangan kuota visa umroh.

"Pembatasan ini karena mungkin terkait tingkat kepadatan di sana," ujar Menteri Agama Suryadharma Ali, di Kantor Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2013).

Selain itu, menurut Suryadharma, Masjidil Haram saat ini masih dalam tahap renovasi. Sehingga kondisi di sekitar Masjidil Haram sangat padat.

"Kalau terlalu padat di sana, membuat jamaah tidak nyaman dan mungkin bisa mengganggu penyelesaian renovasi itu," jelasnya.

Suryadharma mengatakan, saat ini sebanyak 1.700 gedung di sekitar Masjidil Haram juga tengah dibongkar. Namun menurutnya untuk teknis pembatasan akan diatur oleh pihak kedutaan.

"Kedutaan menyeleksi berdasarkan kuota dari kementerian yang berwenang di Saudi Arabia," ungkap Suryadharma.

Ia berharap renovasi tersebut segera selesai. Sehingga kuota jamaah tidak lagi mengalami pembatasan.

"Tahun 2014 diharapkan tidak ada lagi pembatasan kuota umroh," tuturnya.

(Sumber : detik.com)

Tuesday, June 4, 2013

MUI: Larang Polwan Berjilbab Adalah Masalah Nasional


PRO UMROH NEWS, JAKARTA -- Wakil Sekretariat Jenderal MUI, Tengku Zulkarnaen, menyayangkan larangan polisi wanita (polwan) memakai seragam dengan berjilbab. Padahal polwan yang bertugas di Polda Nanggroe Aceh Darussalam diperbolehkan menutup auratnya.

Menurutnya, jika di Aceh, polwan diwajibkan mengenakan jilbab, seharusnya polwan yang bertugas di seluruh provinsi di seluruh Indonesia juga diperbolehkan.

"Jika alasannya mengenai kebijakan otonomi daerah khusus, mengapa tidak bisa diperlebar kebijakan ini pada tingkat nasional. Toh mayoritas penduduk Indonesia, yang juga beberapa di antaranya bekerja sebagai polisi wanita, adalah Muslim, yang wajib mengenakan jilbab," katanya, Selasa (4/6).

Ia berharap, jika ada kesadaran dari para polwan untuk mengenakan jilbab, sebaiknya tidak ada pelarangan dalam hal ini.

Sebelumnya, MUI menerima laporan via SMS tentang larangan tersebut. Tengku menyatakan, MUI telah bergerak soal laporan tersebut.

Ia telah menjawab laporan tersebut dan mengimbau agar sang pelapor membuat laporan tertulis pada MUI. Jika laporan tertulis tersebut sudah masuk di kantor MUI, MUI sendiri akan segera melakukan sidang, dan menindaklanjuti masalah ini. “Ini adalah masalah nasional, menyangkut kepentingan banyak orang,” ujarnya.

Kemudian, setelah sidang, sesegera mungkin MUI akan mengeluarkan tausiyah, yaitu berupa nasehat yang akan ditujukan langsung pada kapolri, Kepolisian, dan masyarakat umum. Tausiyah yang berupa himbauan syariah ini, akan dikeluarkan agar persoalan polwan yang ingin memakai jilbab dalam tugas dinasnya, bisa dikabulkan.

Kapolri, kata Tengku, diharapkan bisa bijak karena berwawasan luas, terutama mengenai hal ini. “Semoga nanti dia membuat kebijakan yang tidak mengecewakan banyak orang,” katanya.

(Sumber : republika.co.id)

Masihkah Kita Memerlukan Nasihat?



KEHIDUPAN yang kita lalui tidak selamanya mulus seperti yang kita harapkan. Ada saatnya kita diuji dengan berbagai persoalan hidup di mana pangkat, gelar, kedudukan, dan harta yang kita banggakan bukannya menyelesaikan masalah, malah sering menjadi sumber utamanya.
Saat dihadapkan pada persoalan hidup, ada di antara kita yang mampu melaluinya dengan indah, namun tak sedikit yang kecewa, putusa asa, bahkan berakhir untuk selama-lamanya.
Di sinilah nasihat sangat berperan bagi jiwa-jiwa yang resah. Ia berfungsi untuk pengendali diri, membangun harapan, menguatkan motivasi, optimisme, dan azam.
Setinggi apapun pangkat, pendidikan, dan kedudukan kita nasihat selalu diperlukan. Karena nasihat merupakan sumber energi hati. Hati yang ikhlas dinasihati akan menyebabkannya tumbuh hidup. Hati yang hidup adalah hati yang mengenal Allah Ta’ala dan membawa pemiliknya mampu mengambil pelajaran dari setiap peringatan. Dan peringatan itu sangat bermanfaat bagi manusia, terutama yang takut kepada Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman:

فَذَكِّرْ إِن نَّفَعَتِ الذِّكْرَى
سَيَذَّكَّرُ مَن يَخْشَى
وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى

“Oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfa'at. Orang-orang yang takut (kepada Allah) akan mampu mengambil pelajaran. Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhi.” (QS Al A’la: 9-11).

Dan masrilah saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran adalah kunci memperoleh keberuntungan (lihat QS Al ‘Asr). Ada beberapa manfaat nasihat.

Pertama, menguatkan akal pikiran. Allah Ta’ala menilai orang berakal adalah orang yang banyak mendengar dan mengikuti nasihat kebenaran yang diketahuinya. Dan setiap kebenaran itu timbangannya adalah al-Quran. Allah Ta’ala berfirman: Mereka yang mendengarkan perkataan (nasihat) lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya (al-Quran). Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal (QS Az Zumar: 18). Akal yang tidak tunduk kepada al-Quran akan lemah, bahkan sesat dalam pemikiran.

Kedua, menguatkan hati dan iman. Hati kita senantiasa berbolak balik. Hal itu dapat dilihat dari perubahan sikap dan tingkah laku kita dalam kehidupan. Ada saatnya keimanan kita meningkat dengan ketaatan kepada Allah dan menurun dengan bermaksiat kepada-Nya. Oleh sebab itu, hati tempatnya iman harus rutin menerima nasihat agar ia selalu ingat (kepada Allah) dan kuat dalam menjalani kehidupan.
Siapapun yang menginginkan kebaikan dalam hidupnya akan meluangkan waktu—bukan mencari waktu luang—untuk memperhatikan hati. Ia senantiasa melabuhkan diri untuk duduk di majlis ta’lim mendengarkan nasihat orang-orang ‘alim. Bersimpuh di hadapan al-Quran sang kitab penasihat kehidupan. Banyak mengingat kematian sang pemutus kenikmatan. Mencintai orang-orang yang mengingatkan kekurangan. Umar bin Khattab Ra berkata: “Orang yang kucintai adalah orang yang menunjukkan aibku.”
Ketiga, meningkatkan potensi dan merubah keadaan. Kualitas seseorang tidak ditentukan dari banyak bicara, lihai berdiplomasi, atau mahir berorasi, melainkan maksimal meningkatkan potensi diri dan selalu berhati-hati. Manusia terlahir unik dengan potensi yang berbeda.
Adakalanya manusia tidak menyadari potensi yang dimilikinya sehingga ketika diberitahu dan dinasihati ia baru menyadari.
Banyak orang mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dalam hidupnya, tatkala ia mampu menjadikan serpihan mozaik perkataan, kegagalan, keterpurukan, kemaksiatan, atau musibah yang dialami sebagai nasihat untuk memperbaiki diri. Karena nafsu yang dituruti tidak akan pernah memuaskan diri. Pada akhirnya akan sampai pada titik jenuh di mana hati hanya puas bila memenuhi panggilan nasihat Ilahi.
Oleh sebab itu, jangan pernah merasa kenyang dengan nasihat. Karena nasihat adalah kebutuhan untuk melakukan perubahan. Segala kejadian yang dialami dan ditolak oleh hati sesungguhnya nasihat yang dikirimkan Ilahi. Merasa tak butuh dengan nasihat dan tak mau mengambil pelajaran dari nasihat adalah tanda butanya mata, tulinya telinga, dan matinya hati.
Sungguh keras peringatan Allah Ta’ala bagi orang yang merasa kenyang dengan nasihat. Firman-Nya: Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi (QS. Ala’raaf: 179). Dalam ayat lain: Apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami (nasihat)? Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya (QS. Alfurqan: 44).
Dari siapapun nasihat datang, selama itu kebenaran, layak diambil jadi pelajaran. Suatu saat Al Ghazali pulang menuntut ilmu dan bangga memikul buku-buku catatannya yang banyak. Di tengah jalan ia dicegat oleh penyamun yang menyangka sedang membawa harta berharga. Al Ghazali berkata: “Buku-buku ini tidak bermanfaat bagi kalian, ini merupakan catatan ilmu pengetahuanku.” Salah seorang penyamun berkata, “Al ‘ilmu fis sudur walaisa fis sutur” (ilmu itu di dada (dihapalkan) bukan tertulis di kertas).
Kalimat nasihat inilah yang mengantarkan perubahan besar Imam Al Ghazali dalam memandang ilmu hingga ia digelar ”hujjatul Islam”.
Nasihat yang membangun diri kita adalah bukti yang diberikan oleh orang-orang yang mencintai kita. Kejadian dan musibah yang ditolak oleh hati adalah nasihat peringatan dan cara Allah menunjukkan cinta-Nya agar kita kembali ke jalan-Nya. Tanpa ada nasihat, tidak ada cinta. Tak ada cinta, mustahil ada perhatian. Perhatian dan cinta adalah bukti, keberadaan diri kita masih dibutuhkan dan diharapkan. Oleh sebab itu, jangan pernah meremehkan sekecil apapun kejadian dan nasihat demi kebaikan kita. Wallaahu A’lam.*/Lidus Yardi, Sekretaris Majelis Tabligh PD. Muhammadiyah Kuansing

http://www.hidayatullah.com/
Red: Cholis Akbar

Sunday, June 2, 2013

Abbas Tunjuk Perdana Menteri Palestina yang Baru

Presiden Palestina Mahmoud Abbas

PRO UMROH NEWS, -- Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menunjuk seorang akademisi, Rami Hamdallah sebagai Perdana Menteri Palestina yang baru.

Rami menggantikan Salam Fayyad yang disukai Barat. Fayyad berniat meletakkan jabatannya pada April mendatang, namun bulan ini ia secara resmi meninggalkan kantornya.

Seorang pejabat Palestina kepada Reuters menyebut, Abbas meminta Rami membentuk kabunet baru. Sepekan sebelumnya, Mahmud Abbas mengumumkan ia bermaksud membentuk pemerintah baru dalam dua sampai tiga pekan ke depan.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita yang berpusat di Bethlehem, Maan, Abbas mengatakan di Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Yordania, ia akan melanjutkan upaya penyusunan kabinet baru dalam waktu dua atau tiga pekan ini.

Namun, Abbas tidak memberi perincian lebih lanjut mengenai pemerintah baru tersebut, yang akan menggantikan Pemerintah Perdana Menteri Salam Fayyad --yang mundur beberapa pekan lalu.

Para pejabat senior Palestina, Kamis (23/5), mengatakan, Abbas telah memulai konsultasi dan melakukan kontak intensif mengenai pembentukan pemerintah baru itu. Komite Pelaksana Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Komite Sentral Partai Fatah, pimpinan Abbas, direncanakan bersidang pekan depan guna membahas pembentukan pemerintah baru tersebut.

Satu sumber resmi Palestina, yang tak ingin disebutkan jatidirinya, memberitahukan ada tiga calon bagi jabatan perdana menteri; Mohammed Mustafa --mantan ketua Dana Penanaman Modal Palestina, akademikus terkenal Ramil al-Hamdallah dan Mohamed Ishteya, anggota Komite Sentral Fatah.

Sumber tersebut juga mengungkapkan Nabil Qasis, menteri keuangan dalam pemerintah Fayyad, diduga sangat mungkin dipilih kembali sebagai menteri keuangan dalam kabinet baru itu.
Sumber : Republika.co.id/Reuters